Monday, April 28, 2008

Breaking Free - Melepaskan diri dari keterbatasan





Kutu anjing adalah binatang yang mampu melompat 300 kali tinggi tubuhnya.
Namun, apa yang terjadi bila ia dimasukan ke dalam sebuah kotak korek api kosong lalu dibiarkan disana selama satu hingga dua minggu? Hasilnya, kutu itu sekarang hanya mampu melompat setinggi kotak korek api saja!
Kemampuannya melompat 300 kali tinggi tubuhnya tiba-tiba hilang.

Ini yang terjadi. Ketika kutu itu berada di dalam kotak korek api ia mencoba melompat tinggi. Tapi ia terbentur dinding kotak korek api. Ia mencoba lagi dan terbentur lagi. Terus begitu sehingga ia mulai ragu akan kemampuannya sendiri.

Ia mulai berpikir, "Sepertinya kemampuan saya melompat memang hanya segini." Kemudian loncatannya disesuaikan dengan tinggi kotak korek api. Aman. Dia tidak membentur. Saat itulah dia menjadi sangat yakin, "Nah benar kan ? Kemampuan saya memang cuma segini. Inilah saya!"

Ketika kutu itu sudah dikeluarkan dari kotak korek api, dia masih terus merasa bahwa batas kemampuan lompatnya hanya setinggi kotak korek api. Sang kutu pun hidup seperti itu hingga akhir hayat. Kemampuan yang sesungguhnya tidak tampak. Kehidupannya telah dibatasi oleh lingkungannya.

Sesungguhnya di dalam diri kita juga banyak kotak korek api. Misalnya anda memiliki atasan yang tidak memiliki kepemimpinan memadai. Dia tipe orang yang selalu takut tersaingi bawahannya, sehingga dia sengaja menghambat perkembangan karir kita. Ketika anda mencoba melompat tinggi, dia tidak pernah memuji, bahkan justru tersinggung. Dia adalah contoh kotak korek api yang bisa mengkerdilkan anda.

Teman kerja juga bisa jadi kotak korek api. Coba ingat, ketika dia bicara begini, "Ngapain sih kamu kerja keras seperti itu, kamu nggak bakalan dipromosikan, kok." Ingat! Mereka adalah kotak korek api. Mereka bisa menghambat perkembangan potensi diri Anda.

Korek api juga bisa berbentuk kondisi tubuh yang kurang sempurna, tingkat pendidikan yang rendah, kemiskinan, usia dan lain sebagianya. Bila semua itu menjadi kotak korek api maka akan menghambat prestasi dan kemampuan anda yang sesungguhnya tidak tercermin dalam aktivitas sehari-hari.

Bila potensi anda yang sesungguhnya ingin muncul, anda harus take action untuk menembus kotak korek api itu. Lihatlah Ucok Baba, dengan tinggi tubuh yang di bawah rata-rata ia mampu menjadi presenter di televisi. Andapun pasti kenal Helen Keller. Dengan mata yang buta, tuli dan "gagu" dia mampu lulus dari Harvard University . Bill Gates tidak menyelesaikan pendidikan sarjananya, namun mampu menjadi "raja" komputer. Andre Wongso, tidak menamatkan sekolah dasar namun mampu menjadi motivator nomor satu di Indonesia .

Contoh lain Meneg BUMN, Bapak Sugiharto, yang pernah menjadi seorang pengasong, tukang parkir dan kuli di Pelabuhan. Kemiskinan tidak menghambatnya untuk terus maju. Bahkan sebelum menjadi menteri beliau pernah menjadi eksekutif di salah satu perusahaan ternama.

Begitu pula dengan Nelson Mandela. Ia menjadi presiden Afrika Selatan setelah usianya lewat 65 tahun.
Kolonel Sanders sukses membangun jaringan restoran fast food ketika usianya sudah lebih dari 62 tahun.

Nah, bila anda masih terkungkung dengan kotak korek api, pada hakekatnya anda masih terjajah. Orang-orang seperti Ucok Baba, Helen Keller, Andre Wongso, Sugiharto, Bill Gates dan Nelson Mandela adalah orang yang mampu menembus kungkungan kotak korek api. Merekalah contoh sosok orang yang merdeka, sehingga mampu menembus berbagai keterbatasan.


BREAK YOUR BORDER . . . . TOUCH THE SKY . . . . !


Wednesday, April 23, 2008

Belajar dari Jepang


Belajar dari Jepang

Seperti yang kita ketahui saat ini bangsa Jepang menjadi bangsa yang top markotob dalam segala hal, terutama dari bidang industri otomotif dan elektronik. Saat ini dalam hal teknologi, pendidikan, sarana dan prasarana umum Jepang dibandingkan dengan Indonesia bagaikan danau dan samudra, ketertinggalan kita bangsa Indonesia sudah terlalu jauh. Jepang bagaikan jet yang melesat dengan cepat ke angkasa, sedangkan saat ini Indonesia masih dalam proses belajar bagaimana mengendarai mobil.

Timbul rasa ingin tahu kenapa Jepang bisa melaju secepat itu, padahal dulunya mereka hanyalah bangsa yang miskin, menderita dan melarat terlebih lebih setelah peristiwa bom Hiroshima dan Nagasaki dan gempa besar di Tokyo.

Beberapa sifat dari bangsa Jepang yang sewajarnya kita contoh atau setidaknya kita pikirkan.

  1. BELAJAR DAN BEKERJA KERAS.

Jangan pernah berani menantang orang Jepang dalam hal bekerja keras, mereka terkenal dengan bangsa yang workaholic tiada hari tanpa bekerja. Badan mereka seperti sudah terhipnotis untuk selalu bergerak, bekerja, berpikir dan selalu berkarya. Jangan diam atau bengong, karena bengong sama dengan bodoh, dan bodoh sama dengan tidak terpakai alias tidak produktif. Kalau didalam perusahaan ada karyawan yang tidak produktif anda pasti sudah tahu bukan akan dia akan bernasib apa.

Mungkin di Indonesia pulang kerja tepat waktu pada sore hari itu merupakan hal yang wajar, melainkan di Jepang itu merupakan sesuatu hal yang memalukan, karena itu menandakan bahwa pegawai itu “tidak dibutuhkan”di perusahaan tempat dia bekerja.

Beberapa perusahaan Jepang di Batam ini juga kurang lebih menerapkan prinsip yang sama dengan negeri asalnya, sangat disiplin. Namun terkadang mereka mengurangi tingkat kedisiplinan bagi perusahaan mereka yang di Indonesia, selain karena harus mengikuti peraturan tenaga kerja di Indonesia juga karena perbedaan tingkat ketahanan fisik dan mental para karyawan Indonesia. Bagi yang sudah mempunyai pengalaman bekerja dengan orang Jepang pasti sudah tahu rasanya. Rasanya seperti romusha pada zaman penjajahan dulu.

Demikian juga halnya didalam dunia pendidikan, para siswa/i sangat candu untuk belajar. Sepulang sekolah jarang sekali kita menemukan para pelajar di mall ataupun tempat nongkrong anak muda, semuanya pada belajar dirumah.

Dulu teman saya orang Singapore yang berprofesi sebagai tenaga pengajar Bahasa Inggris sempat mengajar disana, bulan pertama dia bekerja disana langsung jatuh sakit akibat kecapekan. Dikarenakan setiap kali dia mengajar siswanya selalu minta waktu tambahan, jika 1 kali pertemuan waktunya 2 jam, maka siswanya akan minta tambah 3 jam lagi, dan siswanya mau bayar patungan untuk beli makan siang gurunya. Fantastic….!

Coba bandingkan dengan pelajar Indonesia, malah akan terjadi sebaliknya mereka akan mau membayar asalkan pulang cepat, apalagi kalau gurunya tidak masuk (absen) wah…senang sekali, satu kelas langsung bersorak ria…..

Di kampus kampus di Indonesia, seorang dosen mungkin sangat jarang bekerja sesuai dengan jam kerjanya, datang sebentar, kasih lembar fotokopi sama mahasiswanya kemudian pergi entah kemana, demikian juga mahasiswanya bersorak kegirangan.

Beda halnya dengan Jepang, seorang dosen sudah terbiasa pulang pagi dari kampus begitu juga dengan para mahasiswanya. Tiada waktu untuk bersantai ria.

Mungkin anda pernah dengar di Jepang ada seorang anak yang mati karena kecapekan belajar, dan juga fenomena Karoshi yang mati karena kecapekan bekerja. Di Indonesia terjadi sebaliknya, seorang pengangguran bisa mati karena kebanyakan “tidur” dirumah.

  1. MALU ATAS KEGAGALAN.

Pernah dengar kata Harakiri? Istilah itu dipakai oleh para samurai jika kalah dalam pertempuran atau gagal melaksanakan tugas maka dia akan bunuh diri dengan cara menusukkan samurai ke tubuhnya.

Sebenarnya tradisi itu sampai sekarang masih tetap terpelihara, namun nilainya mungkin sudah agak sedikit bergeser, di dunia pekerjaan seorang karyawan bisa saja mengundurkan diri secara tiba tiba, bukan karena diterima kerja ditempat lain melainkan karena gagal menjalankan tugas, tidak mencapai target penjualan, berbuat kesalahan, dll.

Sedangkan di dunia pendidikan seorang siswa dulu pernah ada yang bunuh diri dengan cara melompat dari atas gedung dikarenakan oleh nilai raportnya. Bukannya nilainya jelek atau merah, melainkan karena semester sebelumnya dia juara I dan semester yang sekarang dia cuma mendapat juara III.

Dalam hal ini penulis bukannya mengajak pembaca untuk resign dari tempat kerja jika anda gagal bekerja, atau bunuh diri karena dapat nilai jelek, hanya saja cuma mencoba menggambarkan bagaimana besarnya rasa tanggung jawab bangsa Jepang atas profesi dan tugas yang diembannya, meskipun tindakan yang mereka ambil agak sedikit “kelewatan” menurut kita, tapi bagi mereka itu wajar wajar saja.

  1. HEMAT.

Dulu saya pernah membaca sebuah kisah nyata antara 2 orang pendatang yang bekerja di Amerika, satu orang dari Jepang dan yang satunya lagi orang Indonesia dari Jakarta. Mereka bekerja di perusahaan yang sama dan berpenghasilan yang sama. Tapi tinggal di tempat yang berbeda. Si Indonesian tinggal di apartemen yang mewah, didalamnya lengkap dengan perabot dan alat alat elektronik yang mahal. Sedangkan si Jepang hanya tinggal di kamar kontrakan disebuah rumah, isi kamarnya hanya kasur, lemari dan sebuah radio butut. Dia pergi kekantor hanya dengan berjalan kaki, tidak seperti si Indonesian yang sudah membeli mobil kreditan yang baru.

Mungkin anda heran kenapa si Jepang ini berbuat hal bodoh demikian, itu dikarenakan oleh sifat hemat mereka yang sudah turun temurun. Dalam kenyataan kasus diatas jawabannya akan anda temukan di rekening bank mereka. Rekening si Indonesian ini hanya berisikan uang untuk biaya sampai akhir bulan ini, tapi rekening si Jepang luar biasa. Jika dicairkan semua sanggup untuk biaya hidupnya seumur hidup tanpa bekerja. Bahkan jika hidup berkeluarga sekalipun.

Saya juga pernah baca di salah satu artikel tentang masyarakat Jepang, kalau di Jepang sana seorang ibu rumah tangga rela naik sepeda ke supermarket yang 3 kali lebih jauh dari supermarket dekat rumahnya hanya karena harganya lebih murah 20 yen. Mereka juga lebih memilih naik kereta api listrik atau sepeda kekantor meskipun mereka mampu untuk membeli sebuah mobil.

Sekarang coba anda bandingkan dengan sifat masyarakat Indonesia, baru punya duit sedikit aja sudah langsung pergi ke shopping ke Singapore ataupun gonta ganti HP setiap bulannya, belum lagi kredit barang sana sini, padahal kalau rekening tabungannya dicek, mungkin uang yang didalamnya hanya sanggup untuk biaya hidup 3 hari. Jika sewaktu waktu dipecat dari tempat bekerja maka bersiap siaplah untuk hidup menderita, sungguh menyedihkan.

  1. TUKANG CONTEK.

Eit….jangan mikir negatif dulu, mencontek disini bukan berarti mencontek seperti pada umumnya, dimana lihat – tiru – buat. Namun dalam hal ini bangsa Jepang menerapkan prinsip ATM : Amati, Tiru, dan Modifikasi. Atau istilah kerennya dikenal dengan IMPROVISASI / INOVASI.

TV yang anda tonton saat ini, HP yang anda pegang saat ini, mobil atau sepeda motor yang anda kendarai saat ini bukanlah asli ciptaan Jepang, mereka hanya mencontek dari penemu aslinya yang mayoritas dari kalangan Bule. Namun mereka bukan sembarang mencontoh, melainkan memodifikasinya, membuatnya lebih indah dipandang mata, lebih ringan, lebih mudah digunakan, dan yang luar biasanya mereka bisa menjualnya dengan harga yang lebih murah.

  1. SUKA MEMBACA

Jika anda masuk ke kereta api, pergi ketaman, duduk di antrian, anda mungkin merasa suasananya begitu kaku karena semua orang pada diam membaca, mereka tidak pernah menyia nyiakan waktu yang ada dengan percuma, waktu mengantri di bank mereka gunakan untuk membaca. Mereka lebih suka menunggu dengan membaca daripada bercakap cakap seperti layaknya orang Indonesia. Sejak kecil anak anak sudah diajarkan untuk rajin membaca, oleh karena itu di Jepang ada buku pelajaran yang namanya komik pendidikan, yaitu buku pelajaran yang dikemas dalam bentuk komik sehingga anak anak tidak akan bosan dan akan tertarik untuk membacanya.

  1. KOMPAK

Bangsa Jepang juga terkenal dengan sifat kebersamaannya, bekerja sama dalam satu team untuk mencapai satu tujuan sudah menjadi kebiasaan bagi mereka. Di perusahaan yang manajemen dan karyawannya adalah orang Jepang biasanya sangat jarang terjadi perpecahan, beda hal nya dengan kebanyakan orang Indonesia jika bekerja dalam team work jika menjumpai sebuah permasalahan akan saling menyalahkan satu dengan yang lain, mencari kambing hitam, main tikam belakang dan banyak lagi sifat buruk lainnya.

Beda halnya dengan Jepang jika menjumpai sebuah masalah dalam team work didalam sebuah perusahaan, mereka akan bekerja sama untuk memecahkan masalah tersebut. Saya juga dulu sempat tahu kalau di budaya Jepang itu ada istilah “diam dan hening” ketika menjumpai sebuah masalah. Dulu saya pernah meeting dengan para manajemen orang Jepang, saya heran kenapa semuanya pada diam dan menunduk. Bukannya berdoa ataupun ketiduran melainkan mereka “diam dan hening” untuk berpikir mencari solusi, kira kira 10 menit kemudian mereka semua berlomba lomba untuk mengajukan ide nya masing masing. Sifat ini juga masih berhubungan dimana sering kita dengar orang Jepang lebih banyak bekerja dan berpikir daripada berbicara. Beda halnya dengan kita…J

  1. MANDIRI

Sejak usia dini anak anak sudah diajarkan untuk hidup mandiri, sampai akhirnya kebiasaan itu berlanjut hingga remaja dan dewasa. Di Jepang anak yang sudah menginjak bangku kuliah sangat jarang meminta uang kepada orang tuanya, rata rata mahasiswa di Jepang mempunyai pekerjaan sampingan atau kerja part time demi membiayai biaya sekolah dan jajan, mereka baru meminta uang kepada orang tuanya kalau keadaan sudah terpaksa sekali, dan itupun nantinya akan dikembalikan. Kebiasaan itulah yang membuat mereka hidup sukses dan mandiri tanpa bergantung kepada orang tua, sungguh sulit menemukan praktek Nepotisme di perusahaan Jepang, itu dikarenakan mereka merasa malu dikarenakan karena tidak mampu.

Masih ada beberapa budaya Jepang yang lain yang patut kita contoh, memang tidak semua budaya mereka bagus, ada juga beberapa budaya mereka yang tidak cocok dengan budaya kita Indonesia. Tapi sebagai orang yang ingin berpikir positif hendaknyalah kita melihat pandangan itu dari segi baiknya saja.


Salam.


William

Monday, April 21, 2008

Hey Bangun Pemalas


Hey! Bangun pemalas…!!




Pendahuluan.

“Barangsiapa membaca artikel ini dari awal sampai tuntas, berbahagialah ia karena ia bukanlah seorang pemalas ataupun seorang pemalas yang ingin bertaubat. Namun barangsiapa yang langsung menggeser kursornya kebawah dengan cepat ataupun menekan tombol “back” pada browsernya, maka ia adalah seorang pemalas..” ( William 3 : 4-5 ) :)

Malas….malas….dan malas…..

Disaat orang lain sibuk bekerja, si pemalas masih asyik tertidur dengan mimpinya.

Disaat orang lain sibuk berpikir, si pemalas hanya berangan angan dengan mimpinya.

Disaat orang lain memetik hasil, si pemalas hanya diam menggigit jari….

Mungkin anda pernah mendengar kontes pemalas sedunia, dimana ada 3 orang pesertanya yang diwakili dari India, Afrika dan Indonesia.

Peserta dari India menduduki juara ke 3 karena terbukti dia sudah 2 bulan tidak buang air besar, bukannya karena sakit atau apa, melainkan karena malas BAB.

Peserta dari Afrika menduduki juara ke 2 karena juri melihat badannya sudah kurus kering karena tidak makan selama 3 bulan, bukan karena sakit atau tidak ada makanan melainkan karena malas makan.

Juara pertama dari Indonesia, namun awalnya juri sempat kebingungan kenapa dengan peserta dari Indonesia ini, kelihatan mukanya meringis kesakitan. Ketika ditanya ada apa, dia menjawab bahwa “anunya” kejepit resleting, dan sudah berlangsung selama 5 bulan, ketika juri bertanya “Kenapa tidak dilepaskan?” maka orang itu menjawab, “Gak ah…maleeeeeeeesssss……..”

--------

Malas memang tidak ada obatnya, namun bukan berarti anda tidak bisa mencegahnya. Dan bagi anda yang sudah terinfeksi virus malas, segeralah ubah pelan pelan gaya hidup anda. Jika anda malas mengubah gaya hidup anda yang malas melalui artikel ini, maka anda memang benar benar seorang PEMALAS.

Ciri ciri orang pemalas.

  1. Suka menunda nunda pekerjaan

“Nanti aja ah…..”, “besok juga masih bisa kok….”, “Ah..gampang itu….”,

Kalimat kalimat seperti diatas seringkali keluar dari mulut seorang pemalas, menunda pekerjaan dikarenakan oleh halangan yang lain itu masih bisa ditolerir, melainkan menunda pekerjaan hanya karena mau tidur tiduran, main game, chatting, ataupun melakukan hal hal lain yang tidak berguna sungguh merupakan tindakan yang sia sia.

Dampak negatif dari suka menunda nunda pekerjaan ini adalah, ketika pekerjaan yang ditunda tunda itu jumlahnya kian hari kian banyak, sehingga tiba suatu hati deadline sudah tiba, maka si pemalas akan panik, nggak tahu mau ngerjain yang mana duluan, bingung, dan ujung ujungnya stress, dan parahnya lagi malah menyalahkan orang lain, padahal itu bermula dari kesalahan dia yang suka menunda nunda pekerjaan.

  1. Suka tidur

Orang pemalas biasanya tidur lebih dari saran dokter dimana 1 hari = 7 atau 8 jam. Mereka biasanya tidur di malam hari, siang hari, dan tak jarang juga tidur di waktu jam kerja/sekolah, apalagi setelah selesai makan. Orang pemalas biasanya langsung ngantuk dan cari tempat tidur. Hari Sabtu dan Minggu biasanya hanya digunakan untuk tidur seharian dirumah ataupun pergi main kerumah kawan tapi ujung ujungnya disana bukannya ngapain melainkan numpang tidur saja, ganti suasana.

  1. Suka nyuruh

“Tolongin dong ambilin remote TVnya….” “tolongin dong bikinin makan malamku….” “tolongin dong siapin baju seragamku..” “tolong dong matiin lampunya….”

Kalimat gemar menyuruh ini disebabkan oleh karena malas, padahal mungkin itu hanyalah tindakan sepele. Dulu saya punya kawan yang menonton TV sambil tidur tiduran, TV nya tidak punya remote, anda tahu apa yang dia lakukan kalau ingin mengganti channel? Dia membuat remote sendiri yang baru pertama kali itu saya lihat, remotenya sangat panjang dan bentuknya seperti stick, ya...remote TV nya adalah tangkai pengepel.

  1. Suka yang praktis

Orang pemalas pasti akan lebih memilih memasak indomie rebus pakai air panas ketimbang harus memasak nasi berikut lauknya, orang pemalas juga pasti lebih akan memilih naik ojek ke tempat kerjanya yang jaraknya hanya beberapa meter dari rumahnya. Hidup praktis itu bukan berarti salah, melainkan jika kita terbiasa melakukan segala hal dengan cara yang praktis maka secara lambat laun diri kita akan terdidik menjadi lemah, baik fisik maupun mental.

  1. Jauh dari rejeki

Siapa yang tidak setuju dengan hal ini? Dimana pernah anda lihat seorang pemalas yang kerjanya dirumah hanya tidur tiduran saja, meminta uang kepada orang tua/saudara, malas bekerja, tapi tiba tiba sukses, kaya dan bergelimangan rejeki.

Pepatah rajin pangkal kaya itu bukanlah sekedar pepatah, melainkan memiliki makna yang sangat dalam dan sangatlah terbukti di kehidupan nyata. Orang yang malas tidak akan pernah sukses, sedangkan orang yang rajin pasti akan mendapatkan hasil dari kerja kerasnya, meskipun hasilnya itu datang secara perlahan lahan, namun PASTI.

Dalam hal ini berlaku hukum tabur tuai, dimana apa yang engkau tanam itu yang akan engkau tuai, engkau menanam kemalasan maka yang didapat hanyalah mimpi dan kegagalan, namun jika engkau menanam kerajinan maka engkau akan menuai hasil.

*Mengenai hukum tabur tuai ini akan penulis bahas dilain artikel.

  1. Penuh dengan mimpi

“Seandainya aku menang undian 1 Milyar…” “ Seandainya aku jadi selebritis…” “Seandainya aku didatangi uang kaget…”….

Jika anda mau mengarang sebuah komik, cerpen, ataupun karya fiksi datanglah kepada orang orang pemalas, mereka pasti akan memberikan segudang ide kepada anda. Karena mereka biasanya mereka penuh dengan impian, khayalan dan juga pikiran pikiran yang sangat mustahil mereka dapatkan dengan sifat pemalas tersebut.

Mempunyai mimpi itu tidaklah salah, bahkan saya pernah membaca bahwa salah satu kunci sukses itu ialah “Anda harus mempunyai mimpi terlebih dahulu”, tapi tunggu dulu…mimpi seperti apa?, apa langkah langkah untuk mencapai mimpi tersebut? Apa dan siapa yang saya butuhkan untuk mencapai mimpi tersebut? Nah, pertanyaan seperti itulah yang tidak dimiliki oleh para pemalas, mereka hanya mempunyai tujuan melainkan tidak tahu jalan. Sama halnya jika anda memikirkan indahnya surga, namun anda tidak tahu bagaimana jalan ke surga itu, atau tindakan apa yang bisa membantu anda untuk mencapai surga itu. Kalau anda tidak tahu, segeralah cari tahu sekarang. Jangan sampai impian anda selama ini hanyalah sekedar mimpi yang useless, jadikanlah mimpi anda kenyataan.

  1. Suka bergurau

Memang tidak semua orang yang suka bergurau adalah pemalas, namun akan sering kita jumpai orang orang pemalas yang sukanya bercanda/bergurau. Memang bergurau itu baik, tapi kalau semua hal dianggap gurauan bisa fatal akibatnya. Saya suka perkataan Umar bin Khatab yang mengatakan bahwa gurauan yang berlebihan itu bisa menjatuhkan wibawa, perhatikan orang yang sukanya bercanda, bergurau, main main, tidak pernah serius, wibawanya pasti tidak ada.

Orang orang dengan karakter seperti ini ketika kita nasehati dengan serius, maka akan ditanggapi dengan candaan, padahal kita menasehati dia oleh karena kesalahan dia, ketika kita sedang ngomong serius, dia nyeletuk…”Ah…ga usah sok seriuslah, entar cepet tua…santai aja…”. Orang orang seperti ini tidak pernah tahan berada di kumpulan orang orang serius dengan topik topik yang serius, dan tidak usah capek capek mengajak mereka karena pasti nggak nyambung, mereka lebih suka bergaul dengan sesama kaumnya membicarakan mimpi dan topik topik yang tidak jelas arahnya.

  1. Jorok

Memang ada sebagian pemalas yang pembersih, tapi umumnya seorang pemalas pastinya jorok, baju sudah 4 hari tidak diganti, rambut sudah seminggu tidak keramas, masuk ke kamarnya pakaian kotor berserakan, pergi ke dapur piring dan gelas kotor berserakan, wah…buat para pemalas jangan harap bisa punya cewek karna setahu saya yang namanya cewek paling benci yang namanya jorok. Kecuali ceweknya berasal dari spesies yang sama yaitu sama sama pemalas. Hehe…

Jika diteliti baik baik, banyak sekali ciri ciri dari orang pemalas, melainkan dalam hal ini saya hanya memaparkan sebagian saja.

Apakah anda mau berubah? Mau? Three? Hehe..

Berikut beberapa tips yang saya coba rangkum, semoga kiranya tips berikut bisa bermanfaat.

Mengatasi / Mencegah rasa malas

  1. Just do it! – Lakukan saja

Seperti yang anda baca pada ciri ciri pemalas no.1 yaitu suka menunda nunda pekerjaan, biasanya sifat itu timbul oleh karena banyak pertimbangan, seperti kebimbangan antara melakukan dan tidak, penting atau tidak ataupun yang lainnya.

Kalau pakaian kotor di keranjang anda sudah penuh dan sudah seharusnya untuk dicuci, tidak usah bingung mikir mikir antara cuci atau tidak, cuci sekarang atau cuci hari minggu aja? Just do it! Lakukan saja!. Selagi anda masih memiliki waktu, lakukanlah apa yang bisa anda lakukan, jangan memanfaatkan waktu luang untuk sesuatu hal yang tidak berguna, manfaatkanlah waktu luang anda dengan melakukan pekerjaan yang berguna bagi anda ataupun bagi orang lain.

Kalau anda beralasan “tidak mood” “tidak semangat” atau sejenisnya, jangan menyerah dulu. Lakukan dulu baru berkomentar. Karena kebanyakan mood kita akan datang setelah kita memulai pekerjaan itu, bukan sebelum memulainya. Kalaupun setelah memulai pekerjaan itu anda masih merasa tidak mood, teruskan saja. Lawanlah segala rasa malas yang ada didalam diri anda, semakin keras anda melawan maka semakin kuatlah anda. Rasa malas itu bagaikan iblis/setan yang membujuk anda untuk tidak melakukan pekerjaan itu, lawanlah bisikan jahat itu, semakin sering anda melakukannya maka anda akan semakin terlatih dan anda akan semakin kuat. Bukankan ada ungkapan Allah bisa karena biasa? So….Just do it! Now! Sekarang! Jangan ditunda tunda lagi.

  1. Bergaul-lah dengan orang orang yang rajin.

Masih ingat artikel saya di “ Pola Pikir = Arah hidup ” ? Disana sudah saya singgung sedikit mengenai pengaruh pergaulan. Seekor domba akan menjadi liar jika bergaul dengan para singa, seorang yang bodoh akan menjadi pintar jika setiap hari bergaul dengan orang pintar.

Demikian juga dengan orang pemalas, bergaullah dengan orang orang yang rajin. Perhatikan pola sikap mereka, mulai dari pagi sampai malam apa yang mereka kerjakan, apa yang membuat mereka bisa rajin, tanyakan dan bergaullah dengan mereka. Sudah saatnya anda membuat keputusan untuk mengurangi jam nongkrong dengan teman teman pemalas anda, percaya atau tidak lambat laun anda akan merasakan perbedaan manfaat bergaul dengan orang orang yang “berguna” dengan orang orang yang “tidak berguna”.

Ingat, lingkungan anda tempat anda bergaul akan mempenguhi karakter anda.

  1. Disiplin

Anda tahu apa yang menyebabkan para tentara dimanapun mereka tidur, dimanapun mereka hidup, mereka selalu bangun tepat waktu, mereka selalu kelihatan kuat, tegar dan aktif dalam segala aktivitas. Kunci utamanya adalah DISIPLIN DIRI.

Jika saat ini anda sudah terbiasa memanjakan diri anda dengan bangun telat, makan dimasakin, tidur dikelonin, uang jajan tinggal minta sama ortu, maka sadarlah, anda sudah diambang kehancuran. Anda saat nanti dimana anda dituntut hidup mandiri, dituntut untuk bekerja lebih cepat, dituntut untuk on time, dituntut ini dituntut itu. Bagaimana anda bisa melakukannya kalau anda sudah terbiasa dengan kehidupan yang “manja” ?

Mungkin ada yang mengenal pak Andrie Wongso, beliau adalah motovator No.1 di Indonesia yang beberapa bulan lalu mengadakan seminar di kota tempat tinggal saya ( Batam ), beliau mengatakan “ Jika engkau lembek didalam, maka dunia akan keras kepadamu. Melainkan jika engkau keras didalam maka dunia akan lembek kepadamu”

Jika anda berlatih setiap saat untuk berdisiplin diri (mengeraskan diri anda) maka segala aktifitas di dunia ini akan terasa mudah untuk dikerjakan.

Pekerjaan mencuci kain bagi seorang anak gadis yang sudah terdidik di keluarga miskin bukanlah sebuah pekerjaan yang sulit, namun jika pekerjaan itu anda berikan kepada gadis yang terlahir di keluarga kaya, anak mami dan manja mungkin dia akan lebih memilih menangis nangis dilantai ketimbang melakukannya.

Jika kita terbiasa untuk bekerja keras, tidak bermanja manja-an, alias tidak bermalas malasan, maka segala tanggung jawab dan pekerjaan akan bisa kita kerjakan. Demikian juga halnya dengan pekerjaan di kantor, jika anda sudah terbiasa bedisiplin diri, rajin dan giat di kantor maka anda akan sanggup menjalankan tugas yang diberikan oleh atasan anda, namun jika selama ini anda hanya malas malasan kerja, korupsi waktu, menyalahkan orang lain, jangan harap anda mendapatkan promosi, malahan kabar baiknya mungkin atasan anda sudah berencana bulan depan akan memecat anda.

  1. Menetapkan tujuan

Jika saat ini anda adalah seorang pekerja, single alias belum merried. Anda mempunyai cita cita membeli rumah atau mobil beberapa tahun kedepan. Maka itu adalah sebuah langkah yang bagus. Anda tinggal mewujudkannya saja, caranya bagaimana? Ya salah satunya mungkin dengan bekerja keras, menabung, mencari penghasilan tambahan, atau yang lain. Pertanyaannya, jika saat ini anda masih bermalas malasan, apakah impian anda itu mungkin untuk tercapai? Jawabannya pasti tidak, tidak perduli seberapa besar impian ada, jika anda berusaha giat anda pasti akan mendapatkannya. Dimana ada kemauan disitu ada jalan.

  1. Berdoalah

Apapun keyakinan anda, apapun profesi anda, apapun keinginan anda, berdoalah untuk semua impian anda, syukuri atas apa yang sudah anda dapatkan selama ini dan perjuangkan untuk kekurangan di masa depan. Mengapa dalam hal ini saya menganjurkan anda untuk berdoa? Karena jika kerja keras dan keyakinan jika berjalan beriringan maka akan menjadi kenyataan. Kedua hal ini tidak bisa berjalan sendiri sendiri. Anda berdoa seharian berteriak sama Tuhan supaya dijatuhkan uang sekarung dari langit adalah hal yang mustahil, melainkan doa anda itu harus diiringi dengan tindakan, usaha keras anda, bukankah itu alasan kenapa Tuhan memberikan anda kekuatan, kemampuan, akal budi dan kesempatan?.

Banyak jalan menuju Roma, banyak cara untuk merubah sifat/tabiat jelek anda, salah satunya adalah sifat malas. Dalam hal ini saya hanya memberikan beberapa saja, selebihnya anda yang mengembangkannya, karena tingkatan malas dari setiap orang itu berbeda beda. Anda bisa menjalankan tips yang pertama saja anda sudah sangat hebat dan selamat anda bisa berubah dari sifat jelek anda.

Penutup

Jika anda saat ini sudah memiliki keinginan untuk berubah, maka bergeraklah sekarang juga, lakukan apa yang bisa kamu lakukan hari ini. Ingat waktu adalah uang, setiap detik yang anda sia siakan adalah uang dan kesempatan. Jangan biarkan waktu berlalu begitu saja setiap harinya, isilah hari hari anda dengan kegiatan yang berguna.

Contohlah orang orang sukses yang sudah mendahului anda. Mereka sukses oleh karena kerja keras mereka sendiri, jika mereka bisa, kenapa anda tidak bisa? Bukankan mereka sama seperti kita memiliki waktu 1 hari = 24 jam? Perbedaannya adalah mereka bisa memanfaatkan waktunya sebaik mungkin.

Jangan tunda lagi, semakin lama dan semakin sering anda menunda maka semakin jauh anda dari kesuksesan anda, dan juga anda akan semakin dekat dengan kegagalan anda.

Kerjakanlah sekarang! Do it now! Bangunlah hai pemalas! Kerja Keras! Optimis! Semangat! Dan Yakinlah!.

Maka kesuksesan itu akan datang menghampiri anda dengan sendirinya.

Tetap semangat!

Salam sukses.

William.

Sunday, April 20, 2008

Singa atau Kambing


Singa atau Kambing


"Diluar sana adalah hutan rimba, engkau tinggal memilih, mau jadi singa atau menjadi kambing"
Ungkapan itu bisa menjadi bahan renungan ketika kita menjumpai suatu masalah hidup, entah itu masalah yang datang karena kelalaian kita atau masalah yang datang hanya karena nasib sial saja.

Tak jarang dalam hidup ini kita menjumpai banyak masalah, apakah itu masalah keluarga, pekerjaan, cinta, hubungan dengan seseorang/orang banyak, dll.

Ketika masalah datang, sebagian orang jatuh kedalam frustrasi, depresi dan bahkan ada yang berusaha mengakhiri masalah itu dengan cara instan yaitu bunuh diri.

Tapi ada juga sebagian orang yang menghadapi masalah itu dengan ketabahan, kepala dingin, dan menganggap bahwa sebuah masalah itu adalah cobaan semata, dimana cobaan itu hanyalah sebagai proses dalam menuju ke kehidupan yang lebih baik dan sempurna.

Seperti layaknya seonggok besi yang rapuh dan tak berguna, jika terus dibakar, dimasukkan kedalam air, dipukul dengan martil yang keras, kemudian dibakar lagi dan didinginkan lagi, maka lama kelamaan besi itu akan berubah menjadi baja yang kuat, keras, tangguh dan tak terpatahkan.

Demikian juga hati dan jiwa kita, jika badai masalah terus datang menerpa, kita harus tetap kuat, sabar menjalaninya, sehingga nanti tanpa kita sadari hati dan jiwa ini akan semakin kuat dan tegar. Tak perduli badai sebesar apapun yang datang, jika bangunan jiwa ini sudah kokoh maka kita tidak akan pernah jatuh.


"Diluar sana adalah hutan rimba, engkau tinggal memilih, mau jadi singa atau menjadi kambing"

Di sekitar kita, lingkungan kita, orang orang sekeliling kita, semuanya itu bertindak bagaikan hutan belantara beserta dengan penghuninya. Ada yang saling membunuh, memangsa, menyakiti, seolah olah hukum rimba dimana yang kuat yang berkuasa mulai berlaku.

Jika diibaratkan dengan hewan, kita diberikan pilihan. Menjadi seperti kambing atau seperti singa. Seekor kambing akan lari terbirit birit jika mendengar suara petir, namun seekor singa akan mengaum dengan keras dan gagah ketika berhadapan dengan musuhnya (masalah hidup). Janganlah kita mudah runtuh akibat peliknya masalah hidup ini, janganlah kita mudah terjatuh meskipun jalan yang kita lalui itu sangat licin, janganlah kita menjadi takut ketika rintangan menghadang didepan kita. Bangkitlah, jadilah seekor singa yang berdiri dengan gagah. Hadapilah segala rintangan hidup dengan sekuat tenaga, segenap akal dan pikiran, penuh ketabahan dan keyakinan. Dan jangan lupa bahwa dibalik semua kelemahan kita, didasar hati jiwa kita yang paling dalam, tersembunyi kekuatan yang maha dahsyat dan tak terbatas, yaitu kekuatan dari sang Pencipta. Karena kita tercipta oleh karena-Nya, atas kehendak-Nya, dan menurut rupa-Nya.


" Tidak ada masalah kecil maupun masalah besar, melainkah yang ada hanyalah hati yang kecil dan hati yang besar "

Be Strong, Be a lion.
Tetaplah kuat dalam hidup.

POLA PIKIR = ARAH HIDUP



POLA PIKIR = ARAH HIDUP



Setiap orang berbeda cara berpikirnya, dari cara berpikir seseorang kita bisa menilai kepribadiannya, bahkan terkadang ada beberapa orang yang bisa meramalkan masa depan seseorang hanya dengan mempelajari cara atau pola berpikirnya, berikut ini saya akan coba menguraikan beberapa jenisnya saja :

  • Pemikir simple, biasanya orang dengan model berpikir seperti ini setiap saat selalu kelihatan ceria tanpa beban meskipun ada masalah, karena semua permasalahan hidup dia buat sesimple mungkin tanpa mau ambil pusing. Mereka punya rumus yaitu : Setiap permasalahan dikali dengan 0, jadi hasilnya selalu 0 alias gak perlu dipusingin. Seperti misalnya jika dia kehabisan duit, dia akan berprinsip “Ah…gak punya duit juga masih bisa hidup kok, santai aja….”Tapi tak jarang orang dengan prinsip seperti ini karirnya juga disitu situ saja, alias tidak berkembang, tapi untungnya biasanya mereka hidup awet muda dan umurnya juga panjang. J

  • Pemikir akurat, berlawanan dengan pemikir simple tadi, orang dengan kategori seperti ini biasanya selalu kelihatan gelisah, stress dan selalu penuh dengan perhitungan. Jika ada permasalahan akan dikalikan dengan nilai X, besarnya nilai X selalu berubah ubah. Anda tidak akan bisa menang berdebat dengan orang seperti ini, karena satu pertanyaan simple dia bisa jabarkan menjadi berlembar lembar jawaban yang sangat detail dan akurat. Tak jarang orang seperti ini penuh dengan tekanan dalam berpikir dan juga biasanya cepat mati. J

  • Pemikir ceroboh, tanpa perhitungan, hanya mengikuti hati nurani dalam memutuskan sesuatu hal ataupun mengucapkan sesuatu, gaji yang diterima Rp.XXX setiap bulan bisa habis dalam sekejap tanpa perhitungan dan tanpa perencanaan. Selain itu ada juga sebagian dari golongan ini kalau ngomong biasanya nyerocos tanpa memperdulikan apakah ucapannya itu membuat orang sakit hati atau tidak, karena mereka ngomong lansung dari mulut dan keluar dari mulut, bukan dari hati/pikiran baru keluar dari mulut. Hati hati dalam memilih pasangan hidup seperti ini kalau tidak bisa bisa nanti keluarga anda berantakan.

  • Pemikir Positif, selalu optimis dengan apa yang dia lakukan atau yang direncanakan. Tidak pernah putus asa meskipun mengalami kegagalan, dari mulutnya hampir tidak pernah dari mulutnya keluar kata kata mengeluh tentang kehidupannya, keuangannya, asmaranya, ataupun masa depannya. Yang ada di pikirannya hanya satu “Saya pasti bisa”. Dari sekian banyak orang sukses, kebanyakan dari mereka adalah pemikir positif.

  • Pemikir Negatif, kebalikan dari yang diatas, orang seperti ini biasanya sering dijumpai di kasus kasus bunuh diri, karena begitu masalah datang pikiran dan harapannya langsung drop sehingga akhirnya berbuah putus asa. Ketika diberikan tugas dan tanggung jawab mereka akan langsung berkata “Wah, saya tidak bisa, saya belum mampu, saya masih terlalu muda, takutnya nanti gimana gimana, duh…gimana nih? Mampus gw…dll”. Mereka tidak menyadari bahwa kata kata negatif yang mereka ucapkan itu sebenarnya mempengaruhi alam sadar mereka sehingga pikiran mereka akan terbiasa menjadi lemah. Kategori orang seperti ini biasanya sangat sulit mendapatkan promosi dalam jabatan, ataupun mengambil langkah besar dalam hidup mereka. Sehingga posisinya disitu situ saja, bahkan tak jarang jatuh!.

Masih banyak lagi kategori kategori jenis dan cara berpikir manusia yang lain, tapi saya hanya menguraikan beberapa saja yang paling sering saya jumpai.



Bagaimana proses berpikir itu terbentuk?


1. Bersumber dari keturunan secara genetika, seorang anak pasti mewarisi watak dari kedua orang tuanya, dan terkadang dominan ke salah satunya saja, contohnya anak lelaki mewarisi cara berpikir ayahnya yang egois dan pemarah, sedangkan anak perempuan biasanya mewarisi cara berpikir ibunya yang lembut dan penuh dengan kasih. Namun meskipun demikian bukan berarti anda harus menyerah disitu saja jika anda berasal dari kedua orang tua yang berlatar belakang pemikiran yang buruk, anda mungkin saja merubah cara berpikir anda.

2. Bersumber dari proses sosial, anda mungkin tahu kalau Tarzan yang seorang manusia namun kelakuannya seperti monyet, itu dikarenakan dia dididik di lingkungan sosial monyet. Jika anda hidup di lingkungan preman, maka bersiap siaplah anda menjadi preman, jika anda hidup di lingkungan orang orang yang saleh dan taat beragama, maka bersyukurlah anda karna mau tak mau anda akan mengikuti mereka.

Saya pernah bertanya kepada teman saya tentang bagaimana caranya supaya karir kita bisa sukses? Dia hanya menjawab simple yaitu “Bergaul lah dengan orang orang yang sukses”. Memang betul apa yang dikatakannya, pergaulan itu sangat berpengaruh kepada sifat kepribadian dan cara berpikir kita, dulu semasa saya SMP teman teman saya semuanya berandalan, perokok, tukang bolos, dll. Akhirnya lambat laun saya yang tadinya masih cupu juga terbawa arus sehingga menjadi sama seperti mereka, namun 3 tahun kemudian saya masuk ke SMU dimana di sekeliling saya semuanya dari kalangan kutu buku, maka lambat laun saya juga menjadi seperti mereka.

Manusia adalah makhluk yang lemah, untuk itulah banyak orang memeluk suatu agama karena mereka percaya bahwa keyakinan mereka bisa menguatkan pikiran dan hati mereka untuk melawan segala rayuan/cobaan dan pengaruh buruk.

Memang tidak bisa dipungkiri ada beberapa orang yang sanggup melawan arus, dimana dia mampu menentang segala pengaruh yang berusaha membujuk dia, seperti misalnya seseorang yang saleh hidup di lingkungan yang bermoral rusak, namun dia masih sanggup bertahan. Ya, memang ada beberapa orang seperti itu, namun jumlah mereka hanyalah beberapa saja.

Sebagian besar orang memeluk suatu agama, taat beribadah, menimba ilmu dari pendidikan formal maupun non formal, ikut berorganisasi, dll. Semuanya itu juga berpengaruh positif untuk “peremajaan pikiran” agar lebih kuat dalam melawan arus, terlebih lebih zaman sekarang ini banyak sekali hal hal negatif yang bisa merusak pikiran anda, bagaikan virus yang menjangkit di tubuh anda, anda tidak akan sadar betapa cepatnya semuanya itu berjalan, anda akan sadar ketika cara berpikir anda sudah membuahkan hasil, apakah itu hasil yang baik maupun buruk.

Sebelum rambut anda berubah menjadi putih, sebelum anda meneteskan air mata karena kesedihan, kehilangan sesuatu/seseorang, kehilangan harapan, dan sebelum anda kehilangan kesempatan untuk memperbaiki kesalahan anda, ada baiknya anda sekali kali berpikir dewasa, renungkan baik baik apa yang selama ini anda lakukan, dimana saya bergaul, perbuatan positif apa yang sudah saya lakukan, dan apa yang bisa saya lakukan untuk memperbaiki sifat sifat buruk saya.

Pikirkan, renungkan, dan lakukanlah. Jangan hanya diam membiarkan waktu terus berjalan, menunggu uang jatuh dari langit itu adalah sesuatu hal yang mustahil. Lakukanlah sebuah perubahan dalam hidup anda sebelum anda kehilangan kesempatan.

Ingat, tubuh anda hanyalah setumpuk daging, mereka hanya akan bergerak jika ada perintah dari pikiran anda. Anda ingin kehidupan anda berubah? Maka sekarang waktunya merubah cara berpikir anda. Anda yang memegang kendali, anda yang menentukan anda harus berubah kemana, jangan sampai salah arah, tetapkan tujuan anda, dan mulailah mengayuh perahu kehidupan anda sekarang juga. Jangan tunda tunda lagi, karena sudah banyak orang dibelakang anda yang siap mendahului anda.

Tetap Semangat,

Salam sukses.


William.

Saturday, April 19, 2008

Thank's buat dukungannya


Sebenarnya awal mulanya dulu blog ini udah ada, kurang lebih 3 tahun silam. Tapi berhubung karena beberapa alasan seperti kesibukan, males, kelupaan, koneksi internet terbatas, ya jadinya gak di update lagi deh...

Tapi berhubung karena dorongan seseorang, akhirnya aku tergerak lagi untuk ngeblog lagi, meskipun belum dapat ide mau nulis apa yang pastinya biarlah mengalir saja dulu.

Buat susan, thank's ya udah kasih aku semangat. Jadinya aku bisa nulis lagi deh, meskipun nanti nulisnya ga sesering kamu, yang pastinya mulai sekarang aku ga perlu jadi anonymous lagi kalau ngasih komen di blog kamu...

Buat yang lain dimohon komennya ya, kalau ada yang kurang harap maklum, soalnya udah lama ga ngeblog.




Blogspot Template by Isnaini Dot Com